Kerusakan Jalan Cimanganten Sering ’Makan’ Korban

oleh

Masyarakat Kampung Cimanganten Desa Bantarkaret keluhkan jalan yang lama tak diperbaiki. Keberadaan jalan sepanjang 70 meter yang menuju pemukiman warga RT 03/11 Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung mengalami ruksak parah, setelah diterjang longsor pada bulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada perbaikan, warga pun sangat cemas jika melintasi jalan tersebut apalagi di saat musim penghujan.

Menurut salah satu penjual sayuran yang setiap hari melintas di jalan tersebut, Andre mengungkapkan, jalan yang menuju ke Kampung Cimanganten sangat mengkhawatirkan, selain rusak jalan tersebut rawan longsor.

“Saya setiap pagi lewat sini, kadang saya sering jatuh di jalan ini. Apa lagi kalo habis ujan turun, jalan ini dipenuhi lumpur tanah yang sangat membahayakan,” keluhnya.

Selain itu, tambahnya jalan tersebut selain terjal dan curam tentu sangat membahayakan saat melintas. Apalagi aktivitas warga yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

“Saya kalau lewat situ suka bingung mau melintasnya, selain lumpur jalan tersebut masih menggunakan bebatuan yang sangat berbahaya,” ujar warga Desa Bantarkaret ini

Kepala Desa Bantarkaret Pepeng Sopandi mengatakan, dirinya sudah mengetahui adanya jalan yang rusak parah, sebelumnya sudah ada laporan keluhan warga terkait jalan tersebut. Warga sudah lama mengusulkan hal itu, untuk minta perbaikan.

“Untuk melakukan pembangunan memang butuh proses lama. Karena tanahnya juga tanah milik Perhutani. Kita harus buat jalan dulu untuk masyarakat baru setelah itu kita kerjakan,” pungkasnya.

(metropolitan id)