Pedagang Blok F ogah Jualan di TPS

oleh

Persoalan rencana pembangunan Blok F Pasar Kebonkembang Jalan Dewi Sartika Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah terus bergulir. Pedagang kekeuh menolak siteplan dan Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga menuntut Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor.

Perwakilan Paguyuban Pedagang Blok F pun mendatangi Balai Kota Bogor untuk melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, PD PPJ, Dinas Perhubungan (Dishub) Dinas UMKM, Satpol PP Kecamatan Bogor Tengah dan Perwakilan investor di Balai Kota Paseban Narayana, kemarin..

Kepala Unit Pasar Kebonkembang Iwan Arif Budiman mengatakan, dalam pertemuan itu, ada beberapa poin yang disepakati, diantaranya soal siteplan yang akan dibahas lebih lanjut, TPS dan skema penempatan pedagang. “TPS harusnya yang tidak terlalu ganggu lalu lintas, juga penempatan pedagang lama. Pada gedung nantinya disepakati bisa diundi intern paguyuban. Sedangkan usulan TPS di Dewi Sartika harus dikaji tim muspida lebih dulu,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Mantan kepala unit Pasar Bogor ini menambahkan, hari ini wakil wali kota beserta pihak terkait akan meninjau lokasi, demi melihat kemungkinan aspirasi dari pedagang soal TPS. “Pak wakil akan kesana besok (hari ini, red), objek aspirasinya ke Blok F. Beberapa waktu lalu ketemu paguyuban, tinggal ke area TPS-nya,” tandasnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman membenarkan hal tersebut. Dia menerangkan, selepas pertemuan ini, bersama pedagang dan pihak terkait akan meninjau lokasi TPS. “Besok kita lihat langsung ke TPS, bagaimana keadaan disana, peninjauan lapangan dengan semua pihak terkait, Dishub, Polresta dan wilayah. Intinya kan tidak mau TPS yang sekarang, nah ada aspirasi, ada keinginan menggunakan sisi Jalan Dewi Sartika, sama seperti dulu relokasi pedagang Blok CD, ingin adil,” ungkapnya,

Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Blok F Suryanto tetap keukeuh, dirinya bersama peguyuban enggan pindah ke TPS yang sudah disediakan di koridor antara Blok F dan Blok B. “Tidak akan pindah, kami akan pasang badan, berjuang agar aspirasi kami didengar. Tuntutan kami soal siteplan dan relokasi TPS, masih belum juga didengar,” ketusnya.

Terpisah, Pimpinan PT Mulyagiri KSO PT Mayasari Bakti Rudi Ferdian mengaku tidak ambil pusing soal penolakan ini. Dirinya tidak mau terlalu berkomentar banyak. Dirinya lebih menyerahkan permasalahan ini kepada PD PPJ sebagai pemilik dan pengelola. “Soal itu sih ga komentar yah, baiknya tanya langsung ke PD Pasar sebagai pengelola. Soal keterlambatan pembongkaran, ya itu hanya asumsi, semua tergantung PD PPJ,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) KOPPAS I Kebonkembang Supandi Sutiawan malah mendukung sepenuhnya revitalisasi Blok F. Sebab, rencana ini sudah jadi program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak beberapa tahun lalu, dan kondisi gedung yang memang sudah tidak layak dan dianggap semrawut. “Setelah masa hak guna PT Brajamustika selesai pada 2013, sudah seharusnya ada perbaikan. Ya kami ambil sikap tegas, Mendesak dan memastikan kepada PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) untuk segera melakukan revitalisasi, dan harus dilakukan secepatnya. Kan sudah ada investornya. Kami juga mendesak PD PPJ untuk segera merelokasi pedagang ke TPS,” katanya.

(METROPOLITAN)