Sekarang Pelanggar Lalu Lintas Direkam CCTV

oleh

Demi menekan angka pelanggar lalu lintas akibat menerobos lampu merah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memasang Closed Circuit Television (CCTV). Kamera pengintai itu diletakkan di tiga titik persimpangan Cibinong, Ciawi, Gadong. Kepala Dishub Kabupaten Bogor Edi Wardani menuturkan, selama ini pelanggaran yang kerap terjadi diakibatkan pengguna jalan yang berhenti sembarangan tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Tidak sedikit pula pengendara menerobos lampu merah atau melebihi batas pemberhentian.

Guna mengatasi hal tersebut, Dishub Kabupaten Bogor sudah memasang kamera pengintai dan speaker di beberapa traffic light. jika terjadi pelanggaran semacam itu pihaknya hanya melakukan teguran melalui speaker. Ia mengaku hal ini bisa menimbulkan efek jera kepada pelaku pelanggaran. Edwar sapaan akrabnya menambahkan, kamera pengintai tersebut terkoneksi dengan ruang kontrol petugas Dinas Perhubungan, sehingga bisa live memonitoring kondisi jalan. dengan CCTV, pengendara motor maupun mobil yang melangar garis marka jalan dalam video tersebut terlihat langsung. “Ada empat orang operator yang mengoperasikan alat ini, secara bergantian. Jadi kalau ada pelanggaran berat kami bisa lihat melalui hasil recording cctv tersebut,”katanya.

Kepala Bidang Lalin pada Dishub Kabupaten Bogor Ahmad Wahyu Hidayat menambahkan, CCTV awalnya berfungsi sebagai kamera pengawasan . Adapun yang dipantau dari CCTV adalah situasi dan kondisi ruas jalan karena berkaitan dengan pengaturan lampu lalu lintas. Meski begitu, pihaknya juga mengandalkan peran pengemudi lain dalam mengingatkan sesama agar menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas. “Bisa (terdengar), kan ada petugas juga yang mengingatkan di sekitar, serta ada pengendara lain yang mengingatkan. Pemotor juga bisa mendengar dan mengingatkan (pengendara mobil),” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama menambahkan, pemasangan CCTV dan speaker suara sangat efektif mengurangi pelanggaran yang dilakukan pengendara. Saat terjadi pelanggaran lalulintas, pelanggar ini akan mendapat teguran langsung melalui pengeras suara. “Kalau ada pelanggaran lalu lintas seperti melanggar marka, berhenti di zebra cross, atau tidak mengenakan helm pelindung bisa langsung ditegur,” pungkasnya.

(METROPOLITAN )