Dinkes Larang Penjualan Albothyl

oleh

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor bakal mengeluarkan surat edarkan ke sejumlah apotek maupun toko obat yang terdapat di Kabupaten Bogor. Edaran tersebut terkait larangan peredaran Albothyl oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Kami hari ini mengedarkan surat edaran menindak lanjuti hal tersebut,” kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Erwin Suriana.

Erwin menjelaskan, setelah di cek, BPOM dua hari lalu sudah mengeluarkan surat pembekuan perizinan Albothyl ke produsennya yaitu PT Pharos. Mereka bersedia untuk menariknya dari peredaran setelah ada keluhan masyarakat yang ditindaklanjuti BPOM. “Kami mengikuti keputusan BPOM jika memang diduga albotyl dianggap membahayakan, karena kami percaya BPOM memiliki prosedur tetap sesuai ketentuan berlaku,” ujarnya.

Edaran tersebut diberikan mengingat BPOM telah memberikan peringatan penggunaan Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat karena penggunaan policresulen di dalamnya. “Jika sudah ada publik warning seperti itu, Dinkes tentunya akan mengeluarkan surat edaran ke apotek dan toko obat untuk tidak menjual dan mengedarkan produk yang sudah di tarik peredarannya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperdagin Kabupaten Bogor Jona Sijabat mengaku belum turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan karena itu sudah urusan tertib niaga. “Kita belum ngecek, karena sibuk urusan pasar dan segala macam. Paling minggu depan kita coba karena biasanya dari BPOM langsung turun,” jelasnya.

Jona menambahkan, saat ini dari Dinkes dan dinas terkait lainya belum ada koordinasi pihaknya terkait soal pelarangan albothyl ini. “Ke depan kita coba turun, inti jangan sampai masyarakat dirugikan oleh produk yang jelas dilarang dan membahayakan,” pungkasnya.

(METROPOLITAN Id)