Jadi Korban Tabrak Lari, Hindun Tewas di Jalur Puncak

oleh

Insiden tabrak lari terjadi di ruas Jalan Raya Puncak. Persisnya di Kampung Cipayung, RT 01/04, Desa Cipayunggirang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Hindun (65) meregang nyawa seketika begitu tubuhnya dihantam pikap yang melaju ke arah Puncak.

Seorang penjaga warung, Yati (39), mengatakan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 06:00 WIB. Ini berawal ketika Hindun yang sehari-hari dikenal sudah renta dan pikun berkeliling dari gang ke gang. Ketika itu, Yati sempat membantu almarhum menyeberang. “Dia memang suka muter dari gang ke gang. Nah pas tahu dia mau nyeberang, sama saya sudah dibantu nyeberang,” kata Yati.

Namun, maut tak dapat ditahan. Meski telah membantu almarhum menyeberang, Yati masih kecolongan dengan aksi Hindun yang nekat menyeberang sendiri. Sampai-sampai tubuhnya dihantam pikap yang melaju kencang. “Mobilnya kabur, nggak berhenti. Langsung ngebut ke arah Puncak,” ujar Yati.

Suami Yati, Untung Suryadi (38), mengaku kaget mendengar istrinya yang histeris. Ia pun bergegas mencari pertolongan kepada pengendara yang melintas untuk mengejar pelaku walaupun menurut Untung saat itu Jalan Raya Puncak masih sepi. “Istri saya histeris. Pas kejadian, jalan kosong. Saya minta tolong, ada yang bawa motor CBR warna merah, tolong A, tolong kejar mobil pikap warna hitam, tabrak lari, kata saya. Dia ngejar, saya lapor polisi,” ujar Untung.

Namun, lanjutnya, pelaku tidak ditemukan sampai akhirnya pengendara motor CBR tersebut kembali ke lokasi kejadian. Untung juga mengatakan bahwa korban yang merupakan warga sekitar itu pun langsung dikebumikan di tempat pemakaman sekitar usai salat Jumat.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin mengatakan, kini pelaku masih diburu jajarannya. “Kami masih melakukan pengecekan nomor polisi (pelaku tabrak lari, red),” ujar Asep.

(METROPOLITAN)