Siswa SD Di Bogor Alami Sesak Napas Hingga Tidur Panjang Usai Konsumsi Permen

oleh

Kemarin, Rabu (7/2/2018) warga Kota Bogor dihebohkan dengan permen ajaib yang ramai dibeli siswa Sekolah Dasar (SD).

Sebab, ada siswa SD yang mengalami sesak nafas usai mengonsumsi permen yang dibeli di depan sekolahnya.

Dua Siswi SDN Panaragan 1 Kota Bogor mengalami hal yang tak diduga usai mengonsumsi permen yang dibeli di depan SD-nya.

Berikut 5 fakta soal jajanan permen anak yang membuat siswa SD sesak nafas yang dirangkum TribunnewsBogor.com.

1. Beredar lewat Whatsapp

Kasus permen yang diduga mengandung narkoba yang dikonsumsi oleh dua siswi SDN Panaragan 1 Kota Bogor berawal dari curhatan orang tua murid di sebuah grup Whatsapp.

“Awalnya saya kirim pesan ke temen-temen saya di grup sekolah,” ujar Mia (38), ibu dari K (6) siswi yang memakan permen diduga mengandung narkoba, Rabu (7/3/2018).

Mia mengatakan dia bercerita tentang kondisi anaknya setelah memakan permen tersebut di dalam grup.

Akan tetapi Mia menyatakan terkejut ketika peristiwa yang terjadi pada anaknya itu tersebar hingga ke media massa.

“Kaget saya kok bisa secepat dan seluas itu, mungkin ada yang nyebarin dari obrolan saya di grup,” kata Mia.

2. Jantung Berdebar Kencang

Nasya (6), Salah seorang siswi yang mengonsumsi permen itu sempat mengeluhkan sakit di dadanya.

Ibu Nasya, Leni mengatakan sepulang sekolah dirinya menjemput Nasya untuk mengajaknya makan siang di Bogor Trade Mall (BTM).

Akan tetapi sesampainya di foodcourt BTM, Nasya tertidur cukup lama sekitar satu hingga dua jam di tempat itu.

“Saya pikir Nasya capek kegiatan di sekolah makanya biarin aja saya tunggu, setelah dia bangun baru saya ajak pulang,” ungkap Leni.

Dari cerita Leni, setelah tiba di rumah Nasya menangis dan mengeluh sakit di bagian dadanya, serta jantungnya berdegup kencang.

“Bingung kok bisa tiba-tiba sakit, saya suruh dia minum air putih, karena saya juga lagi repot urus adiknya yang balita,” kata Leni.

Tidak seperti biasanya, Leni menyebutkan Nasya minum air putih hingga empat gelas kaca berukuran sedang.

“Langsung habis itu semuanya, tapi herannya setelah minum Nasya bilang dadanya enggak sakit lagi,” kata Leni.

Leni mengatakan sejak rasa sakit di dadanya mereda, Nasya kembali ceria seperti sediakala.

3. Tidur Panjang

Murid lainnya, yakni Kania (6) juga merasakan efek pada tubuhnya usai mengonsumsi permen tersebut.

“Waktu itu saya langsung ajak pulang Kania ke rumah, sampai rumah kok tumben dia lebih banyak tidurnya,” ujar Mia, ibu Kania.

Mia mengatakan Kania tertidur di kamarnya hingga keesokan paginya.

Akan tetapi, menurut Mia kondisi putrinya kembali ceria ketika bangun tidur di pagi harinya.

“Enggak apa tuh paginya seger lagi dia, mungkin kondisi fisiknya lebih kuat,” kata Mia.

4. Tunggu Hasil Lab

Diketahui permen tersebut dibeli dari seorang pedagang di depan SD dengan harga Rp 1.000 per bungkus.

Menurut Kepala Sekolah SDN Panaragan 1 Kota Bogor, Muhammad Wahyudi mengatakan bungkus permen yang bergambar dan berwarna cerah menarik perhatian anak-anak untuk membeli permen itu.

“Anak-anak hanya liat dari tampilannya, belum tentu mengerti bagaimana isinya kan,” kata Wahyu.

Dari penuturannya, permen tersebut memiliki keterangan sertifikasi pada bagian depan kemasan.

“Padahal dibungkusnya ada kode nomor BPOM dan kandungan isi permen,” ujar Wahyu.

Dari keterangan wahyu, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan kepolisian dan permen yang menjadi sampel telah dibawa untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sejak kemarin kita juga sudah melakukan pengecekan barang dagangan ke penjual yang ada di sekitar sekolah,” ungkap Wahyu.

5. Polisi Gandeng Dinkes

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya membenarkan adanya laporan dua siswi sekolah dasar (SD) yang merasakan dampak dari permen diduga mengandung narkoba.

“Iya memang laporannya seperti itu,” ujar Kompol Agah Sonjaya kepada TribunnewsBogor.com melalui perpesanan Whatsapp, Rabu (7/3/2018).

Kompol Agah Sonjaya menuturkan kepolisian kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk mengetahui kandungan pada permen tersebut.

“Kita lagi minta ke Dinkes untuk uji lab terhadap permen itu, untuk mengetahui ada zat apa dalam permen tersebut,” ungkap Kompol Agah.

(tribunnewsbogor)