Buntut Longsor, Pedagang di Puncak Bongkar Sendiri Kiosnya

oleh

Sebanyak 16 pedagang di Segar Alam-Puncak Pass membongkar sendiri warungnya. Pembongkaran ini dilakukan karena tempat berjualan mereka akan dijadikan landasan jalan.

Petugas gabungan dari Satpol PP Cianjur dan TNI /Polri ikut membantu pembongkaran kios yang berdiri di atas tanah milik negara itu. “Pembongkaran ini dilakukan atas kesadaran pemilik warung,” kata Kepala Seksi Operasi Satpol PP dan Damkar Cianjur Heru Haerul Hakim kepada wartawan, Minggu (1/4).

Pembongkaran 16 kios ini tindak lanjut dari rencana Kementerian PUPR untuk memapas tebing di bawah warung yang lahannya rawan longsor. “Belasan pedagang tersebut nantinya akan direlokasi di kawasan Pasar Cipanas,” katanya.

Setelah kios-kios ini dibongkar, tebing setinggi 20 meter di sekitar jalan tersebut akan dikikis untuk pembangunan jalan umum oleh PUPR pusat guna mencegah longsor.

Menurutnya, pembangunan jalan rampung jelang Idul Fitri ini sehingga saat musim mudik, Jalan Raya Puncak Pass dapat dilalui dengan aman dan nyaman.

Salah satu dari 16 pedagang di Segar Alam-Puncak Pass, Iding Sulaeman (50), mengaku dengan kesadaran sendiri membongkar warungnya yang sudah berdiri sejak 1994.

“Kami hanya bisa pasrah meskipun sudah puluhan tahun berjualan di lahan milik pemerintah ini karena dibutuhkan untuk perbaikan jalan yang longsor. Apa boleh buat karena kami sudah mendapat tempat relokasi,” kata Iding.

Sementara itu, Pakar Tata Ruang Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pembangunan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor (IPB) Ernan Rustandi mengatakan, terulangnya kembali longsor di daerah Puncak tak bisa dianggap main-main. Ini menandakan bahwa kerusakan lingkungan hidup semakin parah.

Bahkan, setiap tahunnya hal sama akan terjadi tanpa adanya solusi. “Akibat telah terlampauinya daya dukung lingkungan, di kawasan Puncak setiap tahunnya akan terus mengalami kejadian longsor seperti itu,” kata Ernan.

Ernan mengatakan, daya dukung lingkungan Puncak yang terlalu berat akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai, sehingga daya tampung resapan air pun berkurang. Akibanya wilayah Puncak menjadi kawasan rawan pergerakan tanah yang berubah jadi longsor saat diguyur hujan.

“Saat ini kawasan Puncak selalu mengalami kejadian tanah longsor setiap tahunnya dan banjir bandang di wilayah Puncak menjadi ancaman masa mendatang,” ungkapnya.

(Metropolitan.id)