Polresta Bogor Kota dan TNI melakukan razia (miras) oplosan besar-besaran di beberapa titik se-Kota Bogor.

oleh

Kota Bogor menyatakan perang terhadap peredaran minuman keras (miras) oplosan. Satpol PP bersama Polresta Bogor Kota dan TNI pun melakukan razia besar-besaran di beberapa titik se-Kota Bogor. Di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, petugas menggagalkan puluhan liter miras oplosan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi menjelaskan, dari hasil razia, petugas menyita puluhan jerigen miras oplosan dari beberapa warung. Dia mencatat, yang paling banyak disita berasal dari sekitaran Terminal Bubulak dan wilayah Pancasan Muara. “Semua itu awalnya dari laporan warga, ada warung yang meresahkan karena jual miras oplosan. Nah di Pancasan banyak, puluhan jerigen hingga yang diember. Lebih dari 20 liter. Nampaknya itu sedang difermentasikan yah, sedang didiamkan sebelum bisa dijual. Ada yang kami musnahkan di tempat, sebagian dibawa ke mako,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Hery melanjutkan, razia yang dilanjutkan menuju Bogor Selatan diduga sudah bocor. Sebab, beberapa warung yang dicurigai menjual miras oplosan, tidak terbukti menyimpan barang haram tersebut. “Ada beberapa yang kami incar di Bondongan, Lawanggintung, sampai terminal Baranangsiang. Tapi hasilnya nihil, kemungkinan sudah bocor pada saat kami masih di wilayah Barat,” ketusnya.

Para pedagang tersebut, kata Hery, sudah ditegur dan didata agar tidak kembali menjual dan membuat miras oplosan. Jika masih melakukan hal serupa, pihaknya pun tidak segan-segan menindak sesuai aturan yang berlaku. “Apalagi jualnya juga murah-murah, ada yang Rp5 ribu hingga Rp15 ribu saja per bungkus plastik, ini yang banyak dikonsumsi muda mudi, pelajar. Akhirnya berdampak pada tindakan mereka di jalanan, hingga berujung kriminal,” ujarnya.

Selain miras, razia juga menyasar PKL yang mendirikan bangunan di tempat yang bukan peruntukannya, seperti di daerah simpang Yasmin arah Bubulak dan sepanjang Jalan Pandu menuju Warung Jambu. “Kebanyakan membandel, sering itu. Barang bukti kami bawa ke Mako, mulai dari meja dan yang lainnya. Kebanyakan warung makanan, toko buah, aksesoris dan tukang tambal ban. Ada satu mobil yang kami gembosi bannya, karena parkir sembarangan. Ternyata yang punya tambal ban yang kami bongkar, ya kami angkut juga,” tandasnya.

Terpisah, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengaku pihaknya terus meningkatkan gelaran operasi dan patroli minuman keras oplosan untuk menghindari jatuhnya korban meninggal akibat menenggak oplosan yang banyak terjadi di wilayah lain. “Kami berpatroli skala besar, untuk menghindari korban-korban seperti di daerah lain, yang menyebabkan kematian,” ucapnya saat ditemui di Pospol Lippo Keboen Raya Bogor, kemarin.

Ulung menambahkan, pihaknya terus meningkatkan kegiatan rutin, sembari menggandeng Satpol PP dan TNI agar lebih efektif. Menurutnya, jelang Ramadan memang perlu lebih digiatkan kembali razia dan patroli skala besar untuk menciptakan suasana yang kondusif di Kota Hujan. “Khususnya malam minggu ya, harus lebih intens, biasanya dua hari sekali, sekarang bisa sehari dua atau tiga kali. Kami hindari, agar Ramadan Kota Bogor bisa steril dari jenis miras apaun, mau itu oplosan, hingga ciu atau miras botolan lainnya, yang dijual ilegal,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)