Ngalun, Cara Nikmati Aliran Sungai Ciliwung

oleh

Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, beberapa waktu belakangan menjadi buah bibir karena menjadi destinasi baru di Kota Hujan. Sebab, wilayah dengan luas 491 hektare ini punya wisata baru, yakni kampung warna-warni. Selain itu ada juga spot khusus menikmati aliran Sungai Ciliwung yang dikenal dengan istilah ‘ngalun’.

Ide memberdayakan masyarakat itu, dicetuskan satu program, yang dikenal dengan nama Gemar Sawi, singkatan dari Gerakan Masyarakat Sadar Wilayah. Gerakan ini sendiri secara konsep sudah ada sejak 2005 silam, dan mulai membuahkan hasil beberapa tahun lalu. Inisiator Gemar Sawi, Ahmad Faiz Fahrudin mengaku, kampung warna warni dan ‘ngalun’ hanya segelintir ide yang digagas dalam satu payung besar, yakni Gemar Sawi.

Artinya, tiap wilayah punya potensi dan ciri khas tersendiri yang bisa dikembangkan, dan mendatangkan manfaat bagi warga sekitar. “Awalnya kan semua dari kesadaran. Kalau semua sadar, tentu garis besarnya ada dan semua komitmen. Kebetulan saat dimulai di Katulampa, kami menyerahkan ide kepada warga,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Faiz menambahkan, ide menciptakan kampung warna-warni muncul begitu saja tanpa ada perencanaan matang. Saat itu, ide yang muncul tidak jauh dari lingkungan sekitar alias ide ringan dan terlihat langsung. “Ngalir aja, dan dimulai dari yang terdekat, ada ide mengecat lingkungan. Itu pun ada ide warga yang bilang ada tukang cat kiloan terdekat, artinya bisa dapat varian warna cat lebih murah. Ide ringan dan tidak memberatkan,” ucapnya.

Proses yang natural itu dilanjutkan dengan ide warna warni, yang merangsang orang melirik dan eye catching. “Intinya kan sebetulnya isinya, Gemar Sawi-nya. Nah kampung warna-warni misalnya, itu pakcaging-nya, dan bisa apa saja,” ujarnya.

Setelah selesai, kampung Katulampa keur Indonesia, sebagai turunan dari program gemar sawi, mampu masuk lomba tingkat nasional. “Padahal perencanaan Katulampa itu baru 30 persen loh. Nah itu prestasi, itu bukti gerakan yang didasari kesadaran, pasti baik. Ini jadi rangsangan wilayah lain agar juga bisa berkembang sesuai potensinya,” tuntasnya

(metropolitan)