Waktu Tunggu Lama Karena Pandemi, Jemaah Haji Asal Bogor jadi Terbanyak se Indonesia

oleh -di lihat 77 kali
jamaah haji asal bogor

BOBARONLINE – Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Bogor menjadi yang terbanyak se-Indonesia. Gegera pandemi, waktu tunggu keberangkatan pun menjadi semakin panjang.

Kondisi itu terugkap saat Bupati Bogor Ade Yasin menerima kunjungan Forum Komunikasi Bimbingan Ibadah Haji (FK BIH) Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa (21/9).

Pertemuan tersebut membahas situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi keberangkatan jamaah haji Indonesia.

Ade Yasin menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 memang menambah jarak tunggu keberangkatan haji.

Untuk itu, penting bagi pengurus FK KBIH menjaga komunikasi kepada calon jamaah haji, terutama dalam memberikan bimbingan. Jangan sampai, karena semakin lamanya antrean keberangkatan haji, membuat mereka putus asa dan tidak jadi berangkat.

Untuk merawat komunikasi, sebaiknya dilakukan pendekatan berupa silaturahmi secara rutin kepada para calon jamaah haji, sehingga mereka tidak merasa didiamkan oleh pemerintah di saat kondisi pandemi ini yang membuat jarak antrean semakin lama,” pinta Ade Yasin.

Di sis lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan percepatan vaksinasi. Jika sebagian besar penduduk Kabupaten Bogor dan smasyarakat Indonesia sudah divaksin, maka kegiatan haji bisa kembali berjalan seperti harapan semua pihak.

Saya juga mengapresiasi adanya digitalisasi pelayanan haji, sehingga calon jamaah haji bisa secara akurat mengecek kapan dirinya bisa berangkat. Hal tersebut bisa secara terus menerus dipantau secara langsung,” ungkapnya.

Jamaah Haji Terbanyak Se Indonesia

Sementara itu, Ketua FK BIH Kabupaten Bogor, Desi Hasbiyah menjelaskan, jumlah jamaah haji Kabupaten Bogor sebanyak 3.421 orang. Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Bogor seagai penyumbang calon jamaah haji terbanyak se-Indonesia.

Pelayanan dan pembinaan calon jamaah haji itu suatu hal yang sangat diperlukan. Jika tersedia fasilitasnya, tentu dapat dilakukan kegiatan manasik sepanjang tahun, kemudian pembinaan calon jemaah haji secara berkala,” kata Desi.

Menurutnya, di tahun 2022 pemerintah sedang mendorong kegiatan haji dapat terlaksana dengan protokol kesehatan ketat. Syarat yang paling mutlak untuk melakukan kegiatan naik haji ini adalah dengan vaksin booster atau vaksin dosis ketiga.

Jika seandainya jamaah haji dan jamaah umroh diperbolehkan untuk vaksin booster, maka hal tersebut perlu dipersiapkan dengan baik,” tandasnya.

metropolitan – kabarbogor.com

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.