Warga Tegallega Tuntut Perusahaan Tambang yang Cemari Sungai Cimanceuri

oleh -di lihat 63 kali
sungai cimanceuri

BOBARONLINE – Warga Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, minta pihak perusahaan tambang yang diduga membuang limbah usaha ke Sungai Cimanceuri lantas mengeruk dasar sungai lantaran sungai mengalami pendangkalan terus-menerus.

Warga menuding dangkalnya dasar Sungai Cimanceuri dampak buangan limbah menjadi penyebab banjir di areanya dikala turun hujan. Seperti kejadian musibah banjir sebagian waktu lalu di kawasan tersebut.

Jadi sekiranya hujan deras turun pasti air meluap ke pemukiman warga. Karena dasar sungai dangkal dampak tumpukan limbah tambang yang kian tinggi,” ungkap Ketua RW 06 Kampung Nunggaherang, Desa Tegallega, Opik.

Ia membeberkan, dikala ini warga masih bersabar dan minta secara bagus-bagus agar perusahaan bertanggung jawab.

Perusahaan dipinta menyediakan alat berat dan mengeruk limbah di Sungai Cimanceuri.

Kami juga sudah melapor ke pak kades terkait permohonan warga ini. Tapi sekiranya perusahaan tetap tidak merespons, karenanya warga akan minta perusahaan tambang ditutup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tegallega, Arsudin Dedi Apriandi membenarkan, pihak desa sudah menerima keluhan dan tuntutan warga terkait pengerukan dasar Sungai Cimanceuri.

Iya itu masukan dan tuntutan warga melalui ketua RT dan RW. Aku sudah datang lantas ke salah satu perusahaan tambang, namun dikala itu bosnya tidak ada di lokasi,” ungkap Arsudin.

Ia mengaku sedang berupaya mengerjakan aspirasi warga dengan menghubungi dan berkoordinasi ke pihak UPT pengelolaan pengairan dan sungai.

Sejauh ini perusahaan hanya bilang sedang mencari alat berat untuk pengerukan. Dari UPT juga belum ada alat berat. Diduga kuat sungai ini dangkal dampak limbah dari dua perusahaan tambang. Kami minta perusahaan jangan beroperasi sekiranya belum ada alat berat untuk pengerukan Kali Cimanceri,” pungkasnya.

(artikel ini sudah di muat di kabarbogor.com)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.